keluh kesahku bukanlah luluh lemahku..
luah rasa tertumpah adalah lumrah manusia biasa..
ketika asa tersisa hanya sehasta gejolak jiwa di paksa menahan siksa daksa..
pabila daya dan upaya telah terkerah kian melemah hanya bisa tabah dan pasrah kepada-Nya..
istiqomah menerima ujian-Nya tanda hamba sahaya nan berserah pantang menyerah tuk meraih ridho-Nya..
Owh..Tuhan nan Maha Esa dan Bijaksana hamba percaya tidaklah Kau beri uji ini melebihi kekuatan nan ku miliki..
Ya Allah nan Maha Kuasa dan Perkasa usahlah Kau biar hamba binasa karena putus asa..
berilah cahaya lentera hati ini agar tak gulita tuk arungi dunia fana sebagai khalifah menuai maghfirah-Mu..
terangkanlah jiwa ini agar ku tetap melangkah tuk menjamah anugerah dan barokah-Mu..
Ya Robbi..
Suara Hati ini tiada henti mencari dan menanti tuk mendapati Ridho-Mu Ya Illahi..
~Suara<(D_D)>Hati~
By : Danald Duckers
<13-05-2011>
Sabtu, 20 Agustus 2011
Selasa, 09 Agustus 2011
Pujaan Hati
sungguh ku tak mampu menipu kalbuku nan menderu rindu di saku sayu matamu..
takpun dapat ku sangkal tuk menentang bayang akalku nan bertandang di rembang ikal mayangmu..
walau ku tau kau bukanlah milik ku izinkan aku tuk menyanjungmu..
maafkan aku nan tak layak menjadi benalu tuk bertumpu di kalbumu aku terbelenggu rupamu nan ayu..
biarkan aku pujaan hatiku tuk merindumu di bayang semu nan tersapu laju bayu lalu..
~Suara<(D_D)>Hati~
By : Danald Duckers
<25-07-2011>
takpun dapat ku sangkal tuk menentang bayang akalku nan bertandang di rembang ikal mayangmu..
walau ku tau kau bukanlah milik ku izinkan aku tuk menyanjungmu..
maafkan aku nan tak layak menjadi benalu tuk bertumpu di kalbumu aku terbelenggu rupamu nan ayu..
biarkan aku pujaan hatiku tuk merindumu di bayang semu nan tersapu laju bayu lalu..
~Suara<(D_D)>Hati~
By : Danald Duckers
<25-07-2011>
Jumat, 05 Agustus 2011
Rinduku ingin bertemu Denganmu
Dahulu keluhku kau basuh dengan peluhmu saat ku butuh sandaran tubuhmu tuk ku bertumpu..
waktu itu perhatianmu ku dapatkan ketika kecemasan melemahkan beban pikiran dalam dekapan kehangatan..
namun waktu itu berlalu melaju bak peluru kini ku rentan dan lamban berjalan tuk menahan godaan iman dan cobaan kehidupan tanpa kau berikan jembatan peringatan dan arahan haluan tuk mendapatkan kebahagiaan masa depan seperti nan kau harapkan..
Bukan ku tak berpendirian tuk mengemban kehidupan nan akan ku jalankan sendirian, namun ku masih membutuhkan ketauladanan dalam pedoman asuhan tangan nan kau ulaskan dengan ketegasan..
Ayah.. setahun sudah kau menghadap kepangkuan Tuhan dan tinggalkan aku dalam kesepian di tengah keramaian..
Ayah.. Ramadhan di hadapan getaran kerinduan kian melambaikan ingatan akan pangan nan kau sajikan..
kapan lagi ku dapat merasakan masakan buah tangan nan pernah kau hidangkan di bulan ramadhan..
Sungguh ku banggakan kepandaianmu membuat masakan tak kalah dengan perempuan..
Ayah..lebaran kan datang ku kembali terkenang lembaran kasih sayang nan kau usungkan dalam belaian ampunan..
kau maafkan kekhilafan perkataan dan perbuatanku nan menyakitkan perasaanmu dengan deraian tangisan ketulusan penyesalanku kau berikan senyuman..
kini hanyalah titisan berkafan lukisan dan pelabuhan bernisan kerinduan ku padukan dalam ketafakuran..
maafkan bilaku selalu merindukan bukan ku tak ikhlaskan dan sesalkan ketetapan Tuhan tuk memisahkan kita karena kematian adalah kepastian dalam kehidupan namun aku hanya meluapkan ungkapan perasaan nan ku rasakan..
Ayah..ku sisipkan bingkisan Do'a dalam kerinduan kepada Tuhan dengan sekepal bekal harapanku tuk kebahagiaanmu nan kekal hingga kau tunggu ajalku tuk bertemu denganmu di ujung usiaku..
~Suara<(D_D)>Hati~
By : Danald Duckers
<15-07-2011>
waktu itu perhatianmu ku dapatkan ketika kecemasan melemahkan beban pikiran dalam dekapan kehangatan..
namun waktu itu berlalu melaju bak peluru kini ku rentan dan lamban berjalan tuk menahan godaan iman dan cobaan kehidupan tanpa kau berikan jembatan peringatan dan arahan haluan tuk mendapatkan kebahagiaan masa depan seperti nan kau harapkan..
Bukan ku tak berpendirian tuk mengemban kehidupan nan akan ku jalankan sendirian, namun ku masih membutuhkan ketauladanan dalam pedoman asuhan tangan nan kau ulaskan dengan ketegasan..
Ayah.. setahun sudah kau menghadap kepangkuan Tuhan dan tinggalkan aku dalam kesepian di tengah keramaian..
Ayah.. Ramadhan di hadapan getaran kerinduan kian melambaikan ingatan akan pangan nan kau sajikan..
kapan lagi ku dapat merasakan masakan buah tangan nan pernah kau hidangkan di bulan ramadhan..
Sungguh ku banggakan kepandaianmu membuat masakan tak kalah dengan perempuan..
Ayah..lebaran kan datang ku kembali terkenang lembaran kasih sayang nan kau usungkan dalam belaian ampunan..
kau maafkan kekhilafan perkataan dan perbuatanku nan menyakitkan perasaanmu dengan deraian tangisan ketulusan penyesalanku kau berikan senyuman..
kini hanyalah titisan berkafan lukisan dan pelabuhan bernisan kerinduan ku padukan dalam ketafakuran..
maafkan bilaku selalu merindukan bukan ku tak ikhlaskan dan sesalkan ketetapan Tuhan tuk memisahkan kita karena kematian adalah kepastian dalam kehidupan namun aku hanya meluapkan ungkapan perasaan nan ku rasakan..
Ayah..ku sisipkan bingkisan Do'a dalam kerinduan kepada Tuhan dengan sekepal bekal harapanku tuk kebahagiaanmu nan kekal hingga kau tunggu ajalku tuk bertemu denganmu di ujung usiaku..
~Suara<(D_D)>Hati~
By : Danald Duckers
<15-07-2011>
Langganan:
Komentar (Atom)
