Dahulu keluhku kau basuh dengan peluhmu saat ku butuh sandaran tubuhmu tuk ku bertumpu..
waktu itu perhatianmu ku dapatkan ketika kecemasan melemahkan beban pikiran dalam dekapan kehangatan..
namun waktu itu berlalu melaju bak peluru kini ku rentan dan lamban berjalan tuk menahan godaan iman dan cobaan kehidupan tanpa kau berikan jembatan peringatan dan arahan haluan tuk mendapatkan kebahagiaan masa depan seperti nan kau harapkan..
Bukan ku tak berpendirian tuk mengemban kehidupan nan akan ku jalankan sendirian, namun ku masih membutuhkan ketauladanan dalam pedoman asuhan tangan nan kau ulaskan dengan ketegasan..
Ayah.. setahun sudah kau menghadap kepangkuan Tuhan dan tinggalkan aku dalam kesepian di tengah keramaian..
Ayah.. Ramadhan di hadapan getaran kerinduan kian melambaikan ingatan akan pangan nan kau sajikan..
kapan lagi ku dapat merasakan masakan buah tangan nan pernah kau hidangkan di bulan ramadhan..
Sungguh ku banggakan kepandaianmu membuat masakan tak kalah dengan perempuan..
Ayah..lebaran kan datang ku kembali terkenang lembaran kasih sayang nan kau usungkan dalam belaian ampunan..
kau maafkan kekhilafan perkataan dan perbuatanku nan menyakitkan perasaanmu dengan deraian tangisan ketulusan penyesalanku kau berikan senyuman..
kini hanyalah titisan berkafan lukisan dan pelabuhan bernisan kerinduan ku padukan dalam ketafakuran..
maafkan bilaku selalu merindukan bukan ku tak ikhlaskan dan sesalkan ketetapan Tuhan tuk memisahkan kita karena kematian adalah kepastian dalam kehidupan namun aku hanya meluapkan ungkapan perasaan nan ku rasakan..
Ayah..ku sisipkan bingkisan Do'a dalam kerinduan kepada Tuhan dengan sekepal bekal harapanku tuk kebahagiaanmu nan kekal hingga kau tunggu ajalku tuk bertemu denganmu di ujung usiaku..
~Suara<(D_D)>Hati~
By : Danald Duckers
<15-07-2011>

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silakan Anda Berikan keritik dan saran di bawah Komentar ini ya Gan..
Terima Kasih.