Dewi Asri berseri-seri bersembunyi di balik matahari. . .
Paras mu yg tersingkap jilbab membuat ku meratap harap. . .
Binar bayangmu tampak pudar tak bersandar ikrar. . .
Kerudung hitam mu legam tenggelam malam. . .
Deburan ombak menyentak karang hati ku yg berarak. . .
Semilir angin perlahan menelan buaian angan hayalan. . .
Tunas-tunas asa cemas terhempas tak berberbalas. . .
Hati iri rasa ingin memberi nurani elegi esok pagi yg sepi. . .
Segenggam sinar mentahari di ujung lenganmu ingin jiwaku berteduh. . .
Hatiku terhanyut surut ke tepi laut membuat nadiku tak berdenyut. . .
Hasratku terpikat merambat erat seakan melebur karat yg tersirat. . .
Owh Dewi nan Asri jamahlah ragaku rengkuh balung jiwaku yg runtuh. . .
Senja mu yg bersahaja membenam jiwaku yg kelam. . .
Wahai Dewi Sudikah kau ku singgahi hatimu tuk menyongsong fajar hatiku yg tak berpijar. . .
Owh Dewi matahari hatiku, Jangan biarkan sanset menyeret asaku yg legam. . .
Owh Dewi fajar jiwaku, usah kau abaikan aku tersungkur hancur. . .
Owh Dewi Pelipur lara,
bangkitkan aku yg terkubur lebur tak terhibur. . .
Kaulah Dewi matahari sanubari ku. .
Dewi Senja jiwaku. . .
Dewi Sanset Hatiku. . .
By : Danald Duckers
<04-12-2010>
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silakan Anda Berikan keritik dan saran di bawah Komentar ini ya Gan..
Terima Kasih.